BIOGRAFI HABIB BAHAR BIN SMITH (JENDERAL UMAT ISLAM INDONESIA )

 Bismillahirrohmanirrohiim. ....

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh. ..

Alhamdulillahirrobil 'aalamiin 

Washsolatu wassalamu 'alal mursalin sayyidina wa maulana Muhahammadin wa ala ahlihi wa shobihi ajmain, 

AllohummaSholli'Ala Muhammad

Pada kali ini admin akan membuat artikel tentang sang jenderal umat Islam Indonesia yang tidak pernah mengenal rasa takut terhadap apapun dalam hal menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar Beliau adalah keturunan Nabi, beliau adalah Al-Habib Bahar Bin Ali Bin Smith (sumayt)

Berikut artikelnya :

Habib Bahar bin Smith (bahasa Arab: بحر بن سميط‎; Transliterasi: Baḥr bin Sumayṭ; pengucapan bahasa Arab: [baħr bin sumajtˤ] nama lengkap: (bahasa Arab: سيد بحر بن علي بن علوي بن عبد الرحمن بن سميط; Transliterasi: Sayyid Baḥr bin ‘Alī bin ‘Alawī bin ‘Abd ar-Raḥman bin Sumayṭ); lahir 23 Juli 1985) adalah seorang ulama asal Manado, Sulawesi Utara. Habib Bahar merupakan pemimpin dan pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Selain itu, dia juga merupakan pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kemang.


 BIOGRAFI

Kehidupan awal

Habib Bahar bin Smith lahir di Manado, Sulawesi Utara sebagai anak pertama dari tujuh bersaudara. Beliau berasal dari keluarga Arab Hadhrami golongan Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith (bahasa Arab: آل بن سميط‎; Transliterasi: Aāl bin Sumayṭ; pengucapan bahasa Arab: [ʔaːl bin sumajtˤ]), ayah beliau bernama Sayyid Ali bin Alwi bin Smith (w. 17 Oktober 2011), sedangkan ibunya bernama Isnawati Ali. Bahar mempunyai enam orang adik, tiga di antaranya adalah Ja'far bin Smith, Sakinah Smith, dan Zein bin Smith.


Kehidupan pribadi :

Pada tahun 2009, Bahar menikahi seorang Syarifah bermarga Aal Balghaits (bahasa Arab: آل بالغيث; Transliterasi: Aāl Balġayṯ; pengucapan bahasa Arab: [ʔaːl balɣajθ]) bernama Syarifah Fadlun Faisal Balghoits. Dari pernikahannya dengan Ummi Fadlun, Habib Bahar dikaruniai empat anak: Sayyid Maulana Malik Ibrahim bin Smith, Syarifah Aliyah Zharah Hayat Smith, Syarifah Ghaziyatul Gaza Smith, dan Sayyid Muhammad Rizieq Ali bin Smith. Anak terakhirnya, Ali, lahir pada tanggal 4 Februari 2018.


AKTIVITAS :

Keorganisasian :

Habib Bahar merupakan pendiri dan pemimpin Majelis Pembela Rasulullah sejak tahun 2007.Kantor pusat Majelis Pembela Rasulullah terletak di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Sementara pengikut Habib Bahar mencapai ratusan orang yang berdomisili di Ciputat, Tangerang Selatan; Pesanggrahan, Jakarta Selatan; dan Pondok Aren, Tangerang Selatan. Bersama para anggota Majelis Pembela Rasulullah, Habin Bahar kerap melakukan aksi razia dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan di Jakarta untuk menegakkan Amar Ma'ruf Nahi Munkar sebab dengan membiarkan kemungkaran dapat mendatangkan azab Alloh Ta'ala . Aksi beliau yang paling menonjol adalah ketika dia menggerakan sekitar 150 orang jamaah Majelis Pembela Rasulullah pada bulan Ramadan tahun 2012 untuk melakukan razia di Cafe De Most Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Hal tersebut dilakukannya karena kafe tersebut diduga sebagai sarang maksiat, Beliau dengan para laskar kemudian menutup paksa Cafe De Most dan meminta agar tempat tersebut ditutup sebulan penuh selama bulan Ramadan.


Selain itu, Habib Bahar juga mendirikan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin yang mengadopsi sistem salaf di daerah Pabuaran, Kemang, Bogor. Beliau juga dikenal dekat dengan ormas Islam bentukan Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Muhammad Rizieq Shihab, yaitu  Front Pembela Islam. Bahkan, Selain Habib Rizieq Shihab, Habib Bahar merupakan tokoh utama penggerak serangkaian Aksi Bela Islam yang menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama atau si Ahok diadili terkait pernyataannya yang menghina Islam dengan menista Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah ayat 51.


 DAKWAH :


Habib Bahar sering berdakwah di berbagai acara peringatan hari besar Islam, seperti Maulid Nabi Muhammad dan Isra Mi'raj. Pada setiap ceramahnya, beliau selalu didampingi dan dijaga ketat oleh Front Pembela Islam, Beliau terkesan bersebrangan dengan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama. Namun, tidak jarang pula beliau didampingi dan dikawal oleh Barisan Ansor Serbaguna saat berdakwah di tempat yang masyarakatnya berafiliasi dengan Nahdlatul 'Ulama, seperti ketika dia berdakwah di Pondok Pesantren Modern Al-Husainy, Tangerang Selatan pimpinan Habib Ali Alwi. Namun sekarang yang mendampingi bukan lagi FPI, karena fitnah FPI dibubarkan oleh rezim jokowi yang sangat membenci umat Islam yang terlalui ikut campur dengan urusan politik.

Kontroversi :

Aksi sweeping

Sebagai pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Al-Habib Bahar bersama pengikutnya kerap melakukan aksi sweeping dan penutupan paksa di beberapa tempat hiburan atau lebih tepatnya tempat maksiat yang melanggar syariat islam yang beroperasi di wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan. Pada bulan Ramadan tahun 2012, tepatnya hari Minggu, 29 Juli 2012, sekitar pukul 01.30 dini hari, beliau pernah menggerakan sekitar 150 pengikutnya untuk melakukan aksi sweeping yang di Kafe De Most yang terletak di Jalan Veteran Raya, Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Dalam aksinya itu, mereka menuntut agar pihak kafe menutup bisnisnya. Selain itu, massa juga melengkapi diri dengan senjata. Bahkan, peralatan senjata tajam itu dibuat khusus menjelang aksi, seperti empat buah pedang yang dibuat seminggu sebelum kejadian. Aksi tersebut telah direncanakan 2 minggu sebelumnya. Rencananya, setelah melakukan aksi dari Pesanggrahan, Habib Bahar dan jemaahnya akan melakukan razia di Kafe Putri, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dari Cipulir, massa merencanakan untuk merazia kafe lainnya di Ciledug, Tangerang. Namun, belum sampai ke lokasi-lokasi tersebut, polisi yang mendapatkan informasi adanya aksi sweeping di Kafe De Most, Pesanggrahan oleh ormas Majelis Pembela Rasulullah, polisi pun langsung melakukan pengamanan. Aksi mereka mendapat hadangan dari petugas gabungan Polresta Tangerang, Polsek Pondok Aren, Koramil 19 Pondok Aren, dan Satpol PP Pondok Aren. Walaupun Al-Habib Bahar sering melakukan pemberantasan maksiat pihak aparat selalu menjadi halangan dalam hal menerapkan amar ma'ruf karena pemilik-pemilik tempat kemaksiatan tersebut selalu menjadikan aparat untuk menjadi tameng mereka dengan membayarnya.


Polisi kemudian menangkap Habib Bahar dan 62 orang pengikutnya, serta menyita 10 golok, 17 celurit, 4 katana, 4 stik golf, 12 stik besi, 13 kayu, 1 bendera Majelis Pembela Rasulullah, walaupun terkait sajam masih menjadi isu apakah benar Habib Bahar dan kawan-kawan yang membawa senjata tersebut ataukah hanya akal-akalan pihak kepolisian saja. Dari 62 orang yang ditangkap, 41 di antaranya merupakan anak yang masih di bawah umur. Bahkan, ada anak berusia 13 tahun yang ikut serta dalam aksi sweeping tersebut. Polisi kemudian menetapkan 23 orang termasuk Habib Bahar sebagai tersangka karena terbukti melakukan pengrusakan dengan senjata tajam, dua di antaranya adalah anak di bawah umur yang kedapatan membawa golok dan celurit. Atas hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sangat menyayangkan keterlibatan anak kecil dalam aksi tersebut. KPAI juga meminta petugas memberikan penangguhan penahanan terhadap kedua anak itu.


Polisi kemudian menjerat Habib Bahar dan pengikutnya dengan Pasal 170 KUHP tentang pengrusakan dengan ancaman hukuman lima tahun. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun. Sementara itu, kedua anak di bawah umur yang menjadi tersangka dapat dihukum dengan ancaman enam tahun penjara di bawah Undang-Undang Darurat 1951 karena membawa senjata tajam, dan dua setengah tahun karena menghancurkan properti pribadi. Setelah ditahan dan dilakukan interogasi singkat, Habib Bahar mengaku bersalah karena tidak melapor kepada pihak kepolisian terkait pelanggaran yang dilakukan Kafe De Most karena menjual minuman beralkohol.


Selain terlibat dalam aksi sweeping tahun 2012, pada tahun 2010,Habib Bahar juga pernah terlibat dalam aksi penyerangan terhadap aliran sesat jemaat Ahmadiyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selain itu, pada tahun yang sama, Habib Bahar juga pernah terlibat dalam Kerusuhan Koja terkait sengketa makam Mbah Priok di Jakarta Utara.

Kontroversi dalam ceramah menurut sebagian orang.

Ceramah mengenai PDIP

Habib Bahar dulu kerap dalam ceramahnya menyebut bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) adalah sarang Partai Komunis Indonesia (PKI). Terkait hal tersebut, organisasi sayap Islam PDIP, Pengurus Pusat Baitul Muslimin Indonesia (PP Bamusi) mengkritik pernyataan Bahar tersebut. Bamusi menyindir bahwa Habib Bahar kurang bacaan dan literatur, serta tuduhan yang dilontarkannya kepada PDIP tanpa tabayun tersebut telah menjadi fitnah dan merusak citra penceramah agama, Namun PP Bamusi juga tidak tahu bahwa memang pada kenyataannya partai PDIP memang banyak terdapat anggotanya berfaham layaknya orang PKI.


Ceramah mengenai jokowi :

Pada akhir November 2018, video ceramah Habib Bahar viral di media sosial. Di tengah proses pilpres 2019 yang panas,Habib Bahar berkata bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang adalah kader PDIP, sebagai pengkhianat bangsa, negara, dan rakyat.Beliau juga menyebut Jokowi sebagai banci dan meminta jama'ah untuk membuka celana Jokowi supaya terlihat apa ada darah menstruasi di sana. Kemudian Habib Bahar juga menuduh Jokowi hanya mensejahterakan orang-orang non-Muslim (kafir), orang Tionghoa-Indonesia ("Cina"), dan perusahaan-perusahaan Barat serta memperbudak pribumi. Memang pada kenyataannya semenjak rezim oligarki jokowi ini berkuasa memang banyak rakyat yang terpecah belah khususnya Umat Islam, banyak rakyat yang mati kelaparan, banyak membuat kebijakan yang tidak pro rakyat apalagi disaat masa pandemi covid 19.

Beliau juga menyalahkan jama'ah karena tidak memenangkan capres Prabowo Subianto yang didukung FPI di pilpres sebelumnya.Habib Bahar kemudian dilaporkan ke Kepolisian Negara Republik Indonesia atas dugaan ujaran kebencian.Habib Bahar juga mendapat kecaman dari anggota Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Achmad Baidowi dan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia Moeldoko.Namun, beliau dibela oleh sesama pendukung Prabowo seperti Persaudaraan Alumni 212 dan anggota dewan pengarah Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi Fadli Zon. "Pada saat itu".

Dugaan penganiayaan anak

Kejadian berawal saat kedua korban dijemput paksa oleh orang-orang atas suruhan Bahar bin Smith dari rumah masing-masing pada hari Sabtu, 1 Desember 2018, dengan dua unit mobil.

Penjemputan tersebut dilakukan dengan alasan kedua korban berpura-pura dan mengaku sebagai Habib Bahar bin Smith pada sebuah acara di Bali, 29 November 2018. Kemudian, kedua korban dibawa ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyib di Kampung Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di tempat tersebut, kedua korban dipukuli  dilakukan oleh dan atas perintah Habib Bahar bin Smith, berkat kebaikan Habib Bahar beruntung kedua pemuda tersebut hanya dipukuli karena kedua pemuda tersebut sudah sangat keteraluan karena telah mengaku ngaku sebagai habaib, karena ketika ada yang mengaku sebagai habaib selayaknya mereka untuk dibunuh, Namun HBS memaafkan mereka karena beliau berharap mereka berdua dapat berubah.

Peristiwa penganiayaan itu direkam dengan menggunakan telepon seluler, kemudian diunggah ke Youtube. Rekaman ini kemudian dijadikan salah satu barang bukti oleh polisi. Saat direkam, korban dalam kondisi babak belur dengan luka memar  di wajahnya.

Namun atas tindak penganiayaan tersebut,Habib Bahar disangkakan dengan Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 351 KUHP dan atau Pasal 333 KUHP dan atau Pasal 80 UU 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002.

Pada tanggal 18 Desember, Habib Bahar ditahan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat setelah menjalani pemeriksaan.Habib Bahar mengaku sedang melatih bela diri kepada kedua korban. Politikus Prabowo Subianto, Fadli Zon, menyebut penahanan Bahar adalah "kriminalisasi ulama".

Pelanggaran PSBB
Pada 16 Mei 2020, Habib Bahar dibebaskan lebih awal berkat Program Pembebasan Bersyarat Asimilasi yang diselenggarakan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Tiga hari setelah itu, beliau ditangkap kembali karena melanggar Pembatasan sosial berskala besar dengan mengumpulkan massa untuk mengikuti ceramahnya. Pengacaranya, H. Aziz Yanuar SH, menyangka penangkapan kembali ini terkait ceramahnya pada Sabtu malam yang menyinggung penguasa. Namum seperti itulah akhirnya beliau ditangkap kembali dengan dalih pelanggaran PSBB.
Setelah bebas beliau kembali menyuarakan kebenaran terutama mengenai masalah penahan IB-HRS, dan juga mengomentari pernyataan KSAD Dudung Abdurrachman yang jelas telah menghina Alloh Subhanahu Wa Ta'ala yang mengatakan "Tuhan Bukan Orang Orang Arab" melalui podcast Deddy Corbuzier.
Namun bukannya terima kasih karena telah diluruskan oleh Habib Bahar, malahan Habib Bahar banyak mengalami intimidasi, ancaman mulai dari anggota TNI yang mengancam beliau melalui medsos, Pondok Pesantren beliau diteror dengan 3 kepala anjing, hingga satu pasukan TNI mendatangi kediaman beliau dengan mengancam ancam beliau, namun beliau adalah seorang Sayyid Beliaulah Jenderal yang sesungguhnya Jenderal Umat Islam Indonesia, meskipun didatangi satu pasukan TNI beliau tidak takut sedikitpun.
Namun beliau kembali ditangkap, masyarakat sebelumnya menduga Habib Bahar dijerat dengan pasal pencemar nama baik terkait pernyataan si jenderal baliho namun beliau dijerat dengan pasal lain yaitu UU ITE tentang hoaks terkait ceramah beliau tentang pembantaian polisi terhadap 6 laskar FPI pengawal IB-HRS.
Namun beliau tetap saja ditahan walaupun bukan rahasia lagi memang benar adanya terkait pembantaian oknum polisi terhadap para laskar karena banyak bukti yang menunjukkan bahwa oknum polisi memang telah melakukan penyiksaan terhadap 6 laskar, banyak bukti mulai dari jasad, foto, hingga rekaman.

Habib Bahar bin Smith adalah keturunan Nabi Muhammad saw. ke-37 dari marga atau kabilah Smith (Semith).
Adapun dalam Makhtab Addaimi, Habib Bahar bin Smith keturunan Nabi Muhammad dari jalur Husein dengan ID nasab 85678.
Untuk mengetahui silsilah Habib Bahar bin Smith sampai ke Rasulullah, Anda bisa melihatnya berdasarkan dokumen Rabithah Alawiyah. Berikut silsilahnya!
Silsilah Habib Bahar:
Nabi Muhammad saw.
Fathimah Az-Zahra (radhiyallahu ‘anha)
Al-Husein Sayyidus Syuhada (radhiyallahu ‘anhu)
Ali Zainal Abidin
Muhammad Al-Baqir
Jafar Ash-Shadiq
Ali Uraidy
Muhammad An-Nagieb
Isa Arrumi
Ahmad Al-Muhajir
Ubaidillah
Alwi Alawiyyin
Muhammad
Alwi
Ali (Khali’ Qosam)
Muhammad (Shohib Marbath)
Alwi (Ammul Faqih)
Abdurrahman
Ahmad (Al Faqih)
Alwi
Ahmad
Abdurrahman
Ali
Muhammad (Semith)
Abdullah
Salim
Ali
Abdurrahman
Ahmad
Zein
Umar
Husein
Abdurrahman
Alwi
Abdurrahman
Ali
Bahar bin Smith (Jenderal Umat Islam Indonesia).

Mengenai gelar Smith (Semith) adalah gelar keturunan bahwa moyang beliau dahulu ada yang senang memakai kalung karena Smith dalam bahasa Arab adalah Sumayt yang bermakna kalung.

Wallahu Ta'ala A'lam bishshawwab.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

TAKBIR...!!!
AllohuAkbar...!!!
Shollu 'AlanNabii....!!!
Allohumma Sholli Wassallim Wabarik 'Alaih....


REFERENSI : 
Catatan kaki :
 Official (29 Juli 2012). "Polisi Catat Habib Bahar Pernah Terlibat Kasus Kekerasan Lainnya". Detik.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Official (30 November 2017). "Maulidurrasul & Milad Nurussalam". Website resmi Pondok Pesantren Modern Nurussalam. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 April 2018. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Ajis; Kosasih (31 Januari 2018). "Habib Bahar Ali bin Smith Meriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Panunggangan Barat". PelitaBanten.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Bilal (29 Juli 2012). "Pimpinan Majelis Pembela Rasulullah Habib Bahar : Mereka Yang Berbuat Maksiat Harus Ditindak". Arrahmah.com. Jakarta: Ar Rahmah Media Network. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Marhaenjati, Bayu; Pawas, Zaky (30 Juli 2012). "Indonesia's Hard-Line Muslims Raid South Jakarta Bar, Go to Jail" [Muslim Garis Keras Indonesia Menyerbu Bar Jakarta Selatan]. Jakarta Globe (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-20. Diakses tanggal 20 April 2018.
 Arsil, Sabrina (30 Juli 2012). "Sering Terlibat Aksi Anarki, Habib Bahar Terancam Hukuman Berat". Kompas.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 20 April 2018.
 Ningsih, Ayu (24 Mei 2016). "Ponpes Minta Keberadaan THM di Kabupaten Bogor Segera Ditutup". Pojok Bogor. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-20. Diakses tanggal 20 April 2018.
 Syechbubakr, Ahmad Syarif (14 Desember 2017). "Meet the Habibs: the Yemen connection in Jakarta politics" [Dua Jalan Para Habib di Tengah Politik Jakarta]. Indonesia at Melbourne (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 April 2018. Diakses tanggal 20 April 2018.
 Friana, Hendra (2 Desember 2017). "Habib Mustofa: 2019, Insya Allah Kita Rebut Kemenangan Umat Islam". Tirto.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Indrawan, Aditya Fajar (2 Desember 2017). "Selawat dan Lagu Indonesia Raya Akhiri Reuni Alumni 212 di Monas". Detik.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Official (8 Januari 2018). "Banser NU Tangsel Kawal Ceramah Habib Bahar Bin Smith Jadi Viral". KabarTangsel.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 19 April 2018.
 Official (29 Juli 2012). "Habib Bahar Dalang Pengrusakan Kafe". Liputan 6. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Sari, Henny Rachma (30 Juli 2012). "Sweeping Kafe, Habib Bahar Cs Tak Bisa Lebaran di Rumah". Merdeka.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Agustus 2012. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Mardani (31 Juli 2012). "Kisah Habib Bahar Buat Pedang untuk Sweeping". Merdeka.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 Agustus 2012. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Ahmad, Miladi (30 Juli 2012). "Anak-Anak Dilibatkan Sweeping". Jawa Pos National Network. Jakarta: PT. JPG Multimedia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-20. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Hutami, Roro Putri (29 Juli 2012). "Habib Bahar Menyesal Tak Melapor ke Polisi". Sindonews.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Sari, Henny Rachma (30 Juli 2012). "Polisi: Kafe D'Moz Melanggar Karena Jual Miras". Merdeka.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 Agustus 2012. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Sari, Henny Rachma (29 Juli 2012). "Habib Bahar Pernah Terlibat Sweeping Jemaah Ahmadiyah". Merdeka.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 Juli 2012. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Budiman, Aditya (30 Juli 2012). "Tersangka Sweeping De Most Pernah Serang Ahmadiyah". Tempo.co. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-21. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Felisiani, Theresia (29 Juli 2012). "Habib Bahar Juga Terlibat Kasus Mbah Priok". Tribunnews.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-20. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Vebrianto, Widian (10 Oktober 2017). "PP Bamusi Suruh Habib Smith Belajar Tabayyun". Rakyat Merdeka Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-19. Diakses tanggal 21 April 2018.
 Elvan Dany Sutrisno (29 November 2018). "Ini Transkrip Habib Bahar bin Smith Sebut Jokowi Kayaknya Banci". Detik.com. Trans Media.
 "Habib Bahar Smith Dipolisikan soal Video 'Jokowi Banci'". CNN Indonesia. Trans Media. 28 November 2018.
 "Timses Jokowi Tuntut Habib Bahar bin Smith Minta Maaf". Detik.com. Trans Media. 29 November 2018.
 Andhika Prasetia (29 November 2018). "Moeldoko Kutuk Ceramah Habib Bahar bin Smith 'Jokowi Kayaknya Banci'". Detik.com. Trans Media.
 "Habib Bahar Dipolisikan Jokowi Mania, PA 212 Membela". Detik.com. Trans Media. 29 November 2018.
 Tsarina Maharani (29 November 2018). "Fadli Zon soal Habib Bahar Sebut 'Jokowi Haid': Nggak Usah Baper". Detik.com. Trans Media.
 Dony Indra Ramadhan (17 Desember 2018). "Polda Jabar Panggil Habib Bahar soal Dugaan Penganiayaan Anak". Detik.com. Trans Media.
 "Kronologi Penganiayaan oleh Bahar bin Smith Versi Polisi". CNNIndonesia.com. Trans Media. 19 Desember 2018.
 Audrey Santoso (19 Desember 2018). "Polisi: Habib Bahar Berniat Kabur, Sempat Ganti Nama Akun Jadi Rizal". Detik.com. Trans Media.
 Dony Indra Ramadhan (18 Desember 2018). "Habib Bahar Ditahan Polda Jabar". Detik.com. Trans Media.
 Dony Indra Ramadhan (18 Desember 2018). "Aniaya 2 Remaja, Habib Bahar Berdalih Latihan Bela Diri". Detik.com. Trans Media.
 Jabbar Ramdhani (19 Desember 2018). "Habib Bahar Ditahan, Fadli Zon: Bukti Kriminalisasi Ulama". Detik.com. Trans Media.
 fadhilah (17 May 2020). "Bahar bin Smith Bebas karena Asimilasi, Begini Kata Kalapas Cibinong". kompas.tv. Kompas.
 "Baru Bebas, Bahar bin Smith Kembali Dijemput Masuk Tahanan". CNN Indonesia. 19 May 2020.
 "Pengacara Sebut Bahar bin Smith Ditangkap karena menyinggung penguasa". Kompas. 19 May 2020..
....
Website penghasil uang :
https://mobilerewardsmz.xyz/8452957641433
ketik seperti diatas 
Semoga bermanfaat
Barokallohufik...






Komentar

  1. Beliaulah Sang Jenderal yang sesungguhnya Seorang Sayyid yang tidak takut mati bahkan Beliau HBS menyatakan "demi Islam, demi bangsa, demi rakyat. Nyawa Saya (HBS) murah harganya".
    ALLOHUAKBAR...!!!

    SALAM DARI PHB SURABAYA

    BalasHapus

Posting Komentar